Breaking

Tuesday, September 22, 2015

Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA)


Supervisory Control And Data atau yang sering disebut dengan SCADA adalah system kendali industry berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses seperti:
1.      Proses industri: manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga listrik.
2.      Proses infrasetruktur : penjernihan air minum dan distribusinya, pengolahan limbah, pipa gas dan minyak, distribusi tenaga listrik, system komunikasi yang kompleks, system peringatan dini dan sirine.
3.      Proses fasilitasi: gedung, bandara, pelabuhan, stasiun ruang angkasa
Suatu sistem SCADA biasanya terdiri dari:
1.       Unit terminal jarak jauh yang menghubungkan beberapa sensor pengukuran dalam proses-proses di atas (Field Device)
2.       Sistem pengawasan berbasis komputer untuk pengumpul data (Master Terminal Unit)
3.       Infrastruktur komunikasi yang menghuhungkan unit terminal jarak jauh dengan sistem pengawasan, dan
4.        Remote Terminal Unit / PLC atau Programmable Logic Controller
Berikut ini penjelasan dari masing-masing bagian :
1.      Field Device
Bagian ini adalah plant yang ada di lapangan yang terdiri dari obyek yang memiliki berbagai sensor dan actuator. Sensor merupakan suatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau kimia. Variabel keluaran daru sensor yang dirubah menjadi besaran listrik disebut transduser. Nilai sensor dan aktuator inilahyang umumnya diawasi dan dikendalikan agar obyek /plant berjalan sesuai dengan keinginan pengguna.
2.      Remote Terminal Unit
RTU merupakan unit-unit komputer kecil (mini), maksudnya sebuah unit yang dilengkapi dengan system mandiri seperti sebuah komputer, yang di tempatkan pada lokasi dan tempat-tempat tertentu di lapangan. RTU bertindak sebagai pengumpul data lokal yang mendapatkan datanya dari sensor-sensor dan mengirimkan langsung ke peralatan di lapangan. Pada sistem SCADA, RTU berbeda dari PLC dalam RTU lebih cocok untuk telemetri geografis yang luas, yang sering menggunakan komunikasi kabel  nirkabel, sementara PLC lebih cocok untuk daerah control (plan,jalur produksi,dan lain-lain) dimana sistem mengganakan media fisik untuk control. Dalam system basic SCADA uumnya digunakan PLC sebagai penggantu RTU.
3.      Sistem komunikasi
System komunikasi SCADA diperlukan untuk menghubungkan antara MTU dengan PLC. Pada awalnya komunikasi data melalui radio, modem atau jaringan kabel serial khusus. Saati ini data-data SCADA dapat disalurkan melalui jaringan Ethernet atau TCP/IP. Komunikasi SCADA diatur melalui suatu protocol.
Pada umumnya sensor dan relay control hanyalah perantara listrik yang sederhana, alat-alat tersebut tidak bisa menghasilkan atau  menerjemahkan protocol komunikasi. Dengan demikian dibutuhkan PLC yang mnghubungkan anatara sensor dan jaringan SCADA . PLC mengubah masukan-masukan sonsor ke format protocol yang bersangkutan dan mengirim ke master SCADA. Selain itu PLC juga menerima perintah dalam format protocol dan menerima sinyal listrik yang sesuai ke relay control bersangkutan.
Berikut ini beberapa komunikasi yang dipakai dalam system SCADA :
a.       RS-232
b.      Private Network (Lan/RS-485)
c.       Internet
d.      Wireless communication system
4.      MTU-SCADA Software
Master Terminal Unit umumnya ialah komputer yang memiliki SCADA software. Fitur-fitur umumnya ada pada suatu SCADA software adalah:
a.       Human Machine Interface(HMI) Tampilan yang memudahkan manusia (operator) untuk memahami atau mengendalikan system atau plant.
b.      Graphic Display Tampilan grafis, bukan haya angka, untuk mempermudah pengumuman
c.       Alarms, alarm untuk memberi peringatan saat terjadi gangguan
d.      History Graph Grafik yang menampilkan data pengelolahan pada system SCADA.
e.       RTU/PLC Interface Bagian program yang menghubungkan PLC dengan SCADA .
f.       Database penyimpanan data kedalam database
Salah satu hal yang penting pada sistem SCADA adalah komunikasi data antara sistem remote ( remote station / RTU ) dengan pusat kendali. Komunikasi pada sistem SCADA mempergunakan protokol khusus, walaupun ada juga protokol umum yang dipergunakan.
SCADA bukanlah teknolodi khusus tapi lebih tepatnya merupakan aplikasi. Sema aplikasi yang mendaatkan data-data suatu system di lapangan dengan tujuan pengontrolan system merupakan sebuah aplikasi SCADA. Ada dua elemen dalam apllikasi SCADA yaitu :
1.      Proses, sisrem, mesin yang akan dipantau dan di kendalikan bisa  berupa power plant, system pengairan, jaringan komputer, system lampu tafik lalu lintas atau apa saja.
2.      Sebuah jaringan peralatan cerdas dengan antar muka melalui sensor dan keluaran control. Dengan jaringan ini, yang merupakan system SCADA membolehkam untuk melakukan penhawasan dan pengontrolan komponen- komponen tersebut.
Sebagai contoh, SCADA digunakan diseluruh dunia antara lain untuk :
a.       Penghasil tranmisi dan disteibusi listrik : dalam hal ini SCADA digunakan untuk mendeteksi besarannya arus dan tegangan, pengawasan oprasional circuit breaker dan untuk mematikan / menghidupkan the power grid ;
b.      Penampungan dan distribusi air: dalam hal ini SCADA digunakan untuk memantau dan pengaturanaliran air, tinggi reservoir,tekanan pipa dan berbagai macam factor lainnya;
c.       Bangunan, fasilitas dan linkungan : dalam hal ini SCADA digunakan untuk mengontrol HVAC, unit-unit pendingin, penerangan  dan system keamanan.
d.      Produksi : Aplikasi SCADA digunakan untuk mengatur inventorikomponen-komponan, mengatur otomasi alat atau robot, memantau proses dan control kualitas.
Masih banyak lagi aplikasi-aplikasi potensial untuk system SCADA . SCADA saat ini digunakan hampir diseluruh industry dan maufaktur umum. Pada dasarnya SCADA dapat digunakan dalam aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kemudahan dalam pemantauan sekaligus juga pengontrolan dengan berbagai macam media antar muka dan komunikasi yang tersedia saat ini misalnua komputer, PDA, Touch screen, TCP/IP, Wireless dan sebagainya.
Untuk aukisisi dara pada SCADA, data yang didapat berasala dari sensor-sensor yang terdapat pada plant. Pada system SCDA yang kompleks tersebar di seluruh area yang terjadi dari beberapa plant.